Foto : LSM MAKI ( Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ) Koorwil Propinsi Jawa Timur
MAKI Usulkan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional
Surabaya, pusakanews, Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar Presiden RI periode 1999 - 2001 KH.Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
“Kami telah menyampaikan permintaan kepada Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) terkait pengusulan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Du menjadi Pahlawan Nasional,” ucap Heru Satriyo, Ketua LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Propinsi Jawa Timur, Jumat (05/3/2021).
Usulan tersebut disampaikan melalui surat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Nomor : 019/MAKI/A/I/2010, agar Gus Dur diberikan gelar pahlawan nasional.
Yang menjadi parameter kami yaitu:
1. Gus Dur sebagaj peletak Dasar "Real Demokrasi" dalam perjalanan Bangsa2. Gus Dur meletakkan Religi ( Agama ) dalam struktural Kebhineka ragaman dan tdk menonjolkan Islam sebagai Kekuatan Mayoritas
3. Gus Dur diakui leadership religinya dan strong Leadershipnya di Dunia International 4. Gus Dur pencetus Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia
5. Pengakuan Dunia Internasional mungkin bisa menjadi syarat mutlak bahwa Gus Dur bukan hanya milik Bangsa Indonesia, tetapi milik Dunia Itu kajian kami Mas, ucap Heru.
Heru yang juga salah satu penggiat anti korupsi di provinsi Jawa Timur menegaskan, dalam UU No 20 Tahun 2009, definisi pahlawan dijelaskan di pasal 1 yang berbunyi, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada WNI yang berjuang melawan penjajah di wilayah yang sekarang disebut NKRI yang gugur atau meninggal demi membela bangsa dan negara atau semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara dan itu sangat melekat di diri Gus Dur, ucap Heru.
Heru menambahkan, Alhamdulillah pada tahun 2019, salah satu nama yang kita usulkan juga yaitu, KH Masjkur menjadi pahlawan Nasional ke 22 Asal Provinsi Jawa Timur. KH Masjkur lahir di Desa Pagetan, Singosari, Malang, Jawa Timur, pada 30 Desember 1902.
KH Masjkur merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama asal Malang dan Perintis Pembela Tanah Air (PETA). KH Masjkur merupakan panglima tertinggi barisan perjuangan yang terdiri dari para santri yakni Laskar Hizbullah.
Laskar umat Islam ini terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk Pertempuran Surabaya yang berpuncak pada 10 November 1945. Seiring waktu, laskar ini melebur dengan angkatan perang RI sebelum akhirnya menjadi TNI. ucap Heru. (Zack)


