Salah Satu Keluarga Kades Saat Membagikan Amplop Berisi Uang

16 Agustus 2019
Redaksi
1933

Calon Kades Sidojangkung Gresik Bagi-bagi Angpao

Gresik, Pusakanews.net - Pillkades menjadi pesta rakyat yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Selain sebagai ajang memilih pemimpin baru, Muncul sejumlah masalah pada jelang dan saat pemungutan suara serentak Pilkades, salah satunya praktik politik uang.

Dari penelusuran wartawan Pusakanews, Pemilihan Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Gresik masih kuat tercium aroma politik uang. 

Hal itu terdengar sampai kemana - mana suara masyarakat di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik yang mewakili empat dusun, bagi - bagi uang saat pemilihan calon kepala desa. 

Salah satu kandidat calon Kepala Desa Sidojangkung Sugianto mengakuinya kalau dirinya bagi - bagi amplop yang berisi uang.

Alhasil Sugianto menang di pilkades menjadi Kepala Desa Sidojangkung pada periode 2019 - 2025 mendatang. 

"Ya, memang saya bagi-bagi uang sesudah mencoblos. Uang yang dibagikan sebesar Rp.100rbu per orang," Ujar Sugianto saat ditemui, Jumat (16/8). 

Sugianto menambahkan, uang yang saya bagikan itu pengganti uang kerja sehari tetapi kalau tidak hadir untuk mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS)  tidak saya kasih. 

"Uang itu hanya pengganti uang kerja, karena upah sehari ya segitu," Ucapnya. 

Perlu diketahui Pertarungan pilkades di Desa Sidojangkung sebanyak dua orang diantaranya Sugianto dan Dedy.

Kepala Desa yang sudah menjabat dua kali ini menjelaskan, kami beserta tim sukses juga mengantarkan uang ke rumah orang tua yang memang sudah tua, walaupun dirinya tidak bisa mencoblos. 

Ketika ditanya soal yang membagikan uang, Kepala Desa Sidojangkung Sugianto mengatakan, yang membagikan uang itu memang masih saudara sendiri. 

"Ya, yang ada di foto itu memang saudara saya, tak suruh bagikan uang tetapi saya tidak menyuruh untuk mecoblos saya," Cetusnya.

Sugianto juga mengatakan kepada awak media kalau dirinya tidak takut untuk diskualifikasi bila memang terkait uang tersebut. 

"Saya tidak takut, kalaupun pemerintah mendiskualifikasi dan saya tidak menjadi kepala desa. Toh sudah menjabat dua kali periode," Imbuhnya. (Jon)

Tags