Jelang MotoGP Mandalika 2026, BPJN NTB Genjot Perbaikan Infrastruktur Jalan Akses Sirkuit
LOMBOK TENGAH, Pusakanews – Menyambut gelaran akbar MotoGP Mandalika 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah fokus menggeber peningkatan infrastruktur jalan akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Kepala BPJN NTB melalui Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi NTB, Herlambang Zulfikar, S.T., M.M.T, menegaskan target ambisiusnya. Seluruh ruas jalan nasional dan akses utama sirkuit dipastikan dalam kondisi mantap sebelum Oktober 2026.
“MotoGP itu event dunia. Jalan akses jadi wajah Indonesia. Kita pastikan mulus, aman, dan bebas lubang,” ucapnya, Senin (27/4/2026).
Tiga Ruas Jalan Jadi Prioritas Utama
Untuk mencapai target tersebut, Herlambang merinci ada tiga ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan percepatan pada tahun 2026:
- Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika (17,3 Km): Dilakukan preservasi, overlay aspal, dan perkuatan bahu jalan untuk menahan beban kendaraan berat.
- Jalan Sengkol – Kuta (6,5 Km): Fokus pada pelebaran di titik-titik rawan kemacetan, perbaikan sistem drainase, serta penambahan marka dan rambu lalu lintas.
- Akses Gerbang Barat dan Timur Sirkuit (5,2 Km): Dilakukan rekonstruksi beton di titik yang rawan amblas, disertai beautifikasi (penataan estetika) pada median jalan.
Antisipasi Lonjakan Penonton hingga 20 Persen
Langkah percepatan ini didasari oleh data kesuksesan gelaran sebelumnya. MotoGP Mandalika 2025 lalu sukses mencatatkan 102.801 penonton selama tiga hari. Untuk tahun 2026, angka kehadiran diprediksi naik hingga 20 persen karena bertepatan dengan periode long weekend.
"Jangan sampai turis asing terjebak macet atau menghadapi jalan rusak. Ini soal marwah bangsa," tegas Herlambang.
Penunjang Infrastruktur: PJU Solar Cell dan Koordinasi Lalin
Selain perkerasan jalan, BPJN NTB juga melakukan serangkaian peningkatan fasilitas penunjang untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan, meliputi:
- Pemasangan 120 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis solar cell yang ramah lingkungan.
- Perbaikan struktural pada 8 titik jembatan strategis.
- Penataan landscaping (taman dan penghijauan) di sepanjang koridor BIL–Mandalika.
Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemerintah Provinsi NTB, dan Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) untuk menyusun skema rekayasa lalu lintas (traffic engineering) yang matang saat race day.
Dampak Jangka Panjang bagi Ekonomi Lokal
Herlambang menekankan bahwa peningkatan kualitas jalan akses ini tidak hanya ditujukan untuk event MotoGP semata. Usai gelaran selesai, jalur tersebut akan terus menopang mobilitas logistik dan pariwisata ke destinasi unggulan seperti Pantai Kuta, Tanjung Aan, hingga Desa Sade.
"Multiplier effect-nya besar. UMKM, hotel, dan transportasi lokal pasti merasakan dampak positifnya," tambahnya.
Sebagai tahap akhir penjaminan kualitas, BPJN NTB memastikan akan melakukan uji laik fungsi jalan pada September 2026 bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korlantas Polri, sebelum proses homologasi resmi oleh Federasi Otomotif Internasional (FIM) dilaksanakan. (Zack)
